produsen makanan beku (frozen food)

merupakan produsen makanan beku (frozen food) yang berlokasi di Surabaya. Sudah memiliki sertifikat halal. Tanpa MSG, Tanpa Bahan Pengawet, Bumbu Rempah Alami, Daging Segar Pilihan, Sayuran Segar Terbaik, Bahan & Bumbu Terbaik, Rendah Lemak & Rendah Kolesterol. Lebih Sehat dan Aman Dikonsumsi Setiap Hari.

Menu Makanan Sehat keluarga Anda Kini lebih praktis, nikmati variasi Makanan Sehat ini sebagai Menu Sarapan Pagi Keluarga !  KRAUKK menyediakan Frozen Food Sehat praktis dan lezat tersaji dalam hitungan menit. Makanan beku dari KRAUKK ini juga cukup bervariasi, mulai dari makanan olahan dari udang, ikan, cumi, kepiting, hingga makanan olahan dari ayam tersedia disini. Jadikan ini sebagai awal membangun Peluang Usaha rumahan dengan modal kecil.

Hari ini kita bercerita tentang Bisnis Frozen Food. Di awali dari kisah Pak Yudhi Dwinanto yang meninggalkan PNS untuk menekuni bisnis sampingannya, sekarang omsetnya 30-60 juta sebulan. Lalu dilanjutkan dengan tips agar anda bisa  ikut terjun ke bisnis ini, meramaikan pasar frozen food dan menghadirkan lebih banyak plihan yang lebih baik ke masyarakat.
frozen-food-erakini

Artikel ini berisi 4 bagian.  Anda bisa memilih bagian yang anda suka atau lanjutkan membaca sampai akhir.
a. Yudhi Dwinanto : Mantan PNS, Kini Omsetnya 60 juta sebulan

b. Cara Memulai usaha Frozen Food

c. Peluang Usaha Frozen Food

Kisah Sukses Bisnis Frozen Food: Pak Yudhi Dwinanto, Omset s.d. 60 juta sebulan

Mengawali karirnya sebagai PNS, akhirnya Pak Yudhi Dwinanto membanting setir menjadi seorang pengusaha. Bermodalkan keberanian dan ketekunan yang gigih, usaha yang diawali dengan  modal Rp 150.000 ini mampu meraih omset s.d. 60 juta rupiah sebulan. Bahkan menurut beberapa pihak, iapernah mencapai 100 juta sebulan.

Rasanya lebih pas jika pak Yudhi yang bercerita langsung kepada anda. Yuk lihat video liputan berikut untuk menonton langsung kisah bisnis frozen food beliau. Di Video ini Pak Yudhi dan Istrinya akan bercerita bagaimana ia memulai bisnisnya sampai ia sukses.

merupakan produsen makanan beku (frozen food) yang berlokasi di Surabaya. Sudah memiliki sertifikat halal. Tanpa MSG, Tanpa Bahan Pengawet, Bumbu Rempah Alami, Daging Segar Pilihan, Sayuran Segar Terbaik, Bahan & Bumbu Terbaik, Rendah Lemak & Rendah Kolesterol. Lebih Sehat dan Aman Dikonsumsi Setiap Hari.

Menu Makanan Sehat keluarga Anda Kini lebih praktis, nikmati variasi Makanan Sehat ini sebagai Menu Sarapan Pagi Keluarga !  KRAUKK menyediakan Frozen Food Sehat praktis dan lezat tersaji dalam hitungan menit. Makanan beku dari KRAUKK ini juga cukup bervariasi, mulai dari makanan olahan dari udang, ikan, cumi, kepiting, hingga makanan olahan dari ayam tersedia disini. Jadikan ini sebagai awal membangun Peluang Usaha rumahan dengan modal kecil.

Hari ini kita bercerita tentang Bisnis Frozen Food. Di awali dari kisah Pak Yudhi Dwinanto yang meninggalkan PNS untuk menekuni bisnis sampingannya, sekarang omsetnya 30-60 juta sebulan. Lalu dilanjutkan dengan tips agar anda bisa  ikut terjun ke bisnis ini, meramaikan pasar frozen food dan menghadirkan lebih banyak plihan yang lebih baik ke masyarakat.
frozen-food-erakini

Artikel ini berisi 4 bagian.  Anda bisa memilih bagian yang anda suka atau lanjutkan membaca sampai akhir.
a. Yudhi Dwinanto : Mantan PNS, Kini Omsetnya 60 juta sebulan

b. Cara Memulai usaha Frozen Food

c. Peluang Usaha Frozen Food

Kisah Sukses Bisnis Frozen Food: Pak Yudhi Dwinanto, Omset s.d. 60 juta sebulan

Mengawali karirnya sebagai PNS, akhirnya Pak Yudhi Dwinanto membanting setir menjadi seorang pengusaha. Bermodalkan keberanian dan ketekunan yang gigih, usaha yang diawali dengan  modal Rp 150.000 ini mampu meraih omset s.d. 60 juta rupiah sebulan. Bahkan menurut beberapa pihak, iapernah mencapai 100 juta sebulan.

Rasanya lebih pas jika pak Yudhi yang bercerita langsung kepada anda. Yuk lihat video liputan berikut untuk menonton langsung kisah bisnis frozen food beliau. Di Video ini Pak Yudhi dan Istrinya akan bercerita bagaimana ia memulai bisnisnya sampai ia sukses.

Write a comment

Comments: 2